Misteri Batu Tulis Karanganyar: Jejak Prasasti yang Terlupakan di Blambanganumpu
Eksplorasi prasasti kuno di Blambanganumpu yang menyimpan kisah peradaban lampau. Temuan terbaru 2025 mengungkap potensi situs ini sebagai pusat spiritual era Hindu-Buddha.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Lokasi: Dusun Karanganyar, 15 km dari pusat Blambanganumpu (akses terbaik via motor)
- Temuan 2025: Terdapat simbol astronomi yang sebelumnya tertutup lumut
- Biaya masuk: Rp10.000/orang (termasuk panduan lokal)
- Jam buka: 08.00-15.00 WIB (tutup saat hujan deras)
- Fasilitas baru: Papan interpretasi bilingual (Indonesia-Inggris) dipasang April 2026
Batu yang Berbicara
Di balik rimbunnya pohon aren di Karanganyar, batu andesit setinggi 1,5 meter itu berdiri sejak era Majapahit. Warga setempat menyebutnya 'Watu Tinulad' karena pola pahatan mirip aksara Jawa kuno. Tim arkeolog Universitas Jember menemukan lapisan baru pigmen merah pada relief bulan sabit tahun 2025, menguatkan teori sebagai penanda kalender lunar.
Kisah yang Terkikis
Mbah Suro (72), juru kunci terakhir, bercerita tentang ritual 'Tiban' yang pernah digelar setiap bulan Sura. "Dulu para pinisepuh membawa sesaji kembang telon dan dupa," katanya sambil menunjuk ceruk di sisi batu. Tradisi ini terhenti tahun 2000-an sebelum dihidupkan kembali secara terbatas oleh komunitas budaya setempat mulai 2026.
Tantangan Pelestarian
Kepala Dinas Kebudayaan Blambanganumpu mengakui keterbatasan anggaran pemugaran. "Kami prioritaskan stabilisasi struktur tanah di sisi barat yang rawan longsor," jelasnya. Sementara itu, pengrajin lokal mulai memproduksi replika mini batu tulis sebagai cenderamata seharga Rp75.000-150.000 per unit.
Orang Juga Bertanya
Apa bukti prasasti ini berasal dari era Majapahit?
Analisis stratigrafi 2025 menunjukkan kesamaan material dengan Candi Penataran, plus kemiripan gaya pahatan angka tahun berbentuk bulan sabit.
Bagaimana kondisi jalan menuju lokasi?
Jalan desa sudah diperkeras tahun 2024, tapi tetap berliku. Disarankan pakai kendaraan berpenggerak roda dua di musim hujan.
Ada mitos terkait batu ini?
Warga percaya batu mengeluarkan cahaya biru di malam tertentu, meski tim BPCB tidak menemukan bukti fosforesensi dalam pemeriksaan 2026.
Apakah ada tur berpemandu?
Pemuda Karanganyar membentuk kelompok pemandu sukarela setiap akhir pekan. Donasi Rp20.000 sangat disarankan untuk biaya perawatan.